ALTERNATIF PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR
LIMBAH INDUSTRI TERPADU DI WILAYAH BANJARAN
ALTERNATIVES DESIGN OF INTEGRATED INDUSTRIAL WASTE
WATER TREATMENT IN BANJARAN REGION
Bram Prawiro dan Benno Rahardyan
Program Studi Teknik Lingkungan ITB, Jl. Ganesha 10
Bandung
berramm2001@yahoo.com.sg, rahardyan@yahoo.com
Abstrak
Di Wilayah
Metro Bandung terdapat hampir 75 industri tekstil. Persebaran industri ini
meliputi wilayah Bandung Timur, Majalalaya, Rancaekek dan Banjaran. Di wilayah
Banjaran sendiri terdapat sekitar 11 industri teksti, 1 industri sepatu dan 1 industri
kertas yang menghasilkan limbah cair dengan debit limbah gabungan sebesar 160
l/det. Dikarenakan parameter limbah cair yang akan diolah cukup seragam dari ke
11 industri tersebut, maka pengolahan air limbah dapat dilakukan secara
gabungan.
PENDAHULUAN
ÒWilayah Banjaran terdiri
dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Banjaran, Pameungpeuk, Arjasari, dan Cimaung
dengan luas lahan total ± 19 Ha. Dengan jarak ± 15 km ke arah timur dari Kota
Soreang sebagai Ibukota Kabupaten Bandung. Gambar 1 menunjukkan peta lokasi
wilayah Banjaran.
METODOLOGI
ÒHal pertama yang
dilakukan dalam melakukan desain awal ini adalah mencari data tentang kondisi,
kuantitas, dan karakteristik air buangan industri. Data–data awal diperoleh
dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung dan BPLHD Jawa Barat. Survey ke
industri–industri juga dilakukan dengan memberikan kuesioner yang harus diisi
oleh industri.
HASIL DAN DISKUSI
ÒDasar perencanaan
ÒRencana IPAL gabungan
industri dimulai dari perencanaan jalur pengumpul limbah. Halutama yang menjadi
tinjauan dalam perencanaan sistem penyaluran limbah menuju IPAL gabungan
industri adalah debit limbah yang dihasilkan.
ÒDESAIN AWAL PERENCANAAN
ÒSistem penyaluran
direncanakan menggunakan sistem gravitasi dan pemompaan.Penyaluran dari
masing-masing industri ke bak pengumpul menggunakan sistem gravitasi.
ÒALTERNATIF PENGOLAHAN
ÒPengolahan yang akan
digunakan adalah pengolahan dengan kombinasi kimia-biologi. Pengolahan ini
banyak diterapkan pada industri tekstil. Pengolahan kimia dilakukan dengan
koagulasi-flokulasi melalui penambahan besi.
KESIMPULAN
ÒTujuan makalah ini
adalah menentukan jalur pengumpul dan lokasi IPAL Terpadu serta menentukan
alternatif perencanaan IPAL Terpadu di wilayah Banjaran. Terdapat 13 industri
yang akan dilayani dengan debit rata-rata gabungan sekitar 160 l/s. Hasil
pertimbangan analisis ekonomi awal, untuk jalur pengumpul dan lokasi IPAL
Terpadu dipilih alternatif II yang berlokasikan di Rancatungku. Biaya yang
diperlukan untuk konstruksi jalur perpipaan adalah Rp 6.927.180.000 dan untuk
biaya operasi dan perawatan Rp 587.200.320.
DAFTAR PUSTAKA
ÒSurat Keputusan Gubernur
Jawa Barat Nomor: 6 Tahun 1999 Tentang Baku Mutu Air Buangan Industri
Tekstil.Elias, Esther. Desain Instalasi Pengolahan Air Buangan Industri Tekstil
PT X. Institut Teknologi Bandung, Bandung, 2005
ÒGrady, C.P. Leslie
and Lim, Henry. Biological Wastewater Treatment Theory and Applications. Marcel
Dekker Inc, New York, 1980.
ÒLembaga Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat ITB. Laporan Akhir Pekerjaan Penyusuan
FeasibilityStudy (Studi Kelayakan) IPAL Gabungan Industri di Wilayah Majalaya.
BPLHD Jawa Barat, Bandung,2003.
ÒMetcalf & Eddy, Inc.
Wastewater Engineering : Treatment, and Reuse. McGraw-Hill, Inc., Singapore,
1991. Pangripta, Dua Ribu Satu PT. Laporan Akhir Pekerjaan Penyusuan
Feasibility Study (Studi Kelayakan) IPAL Gabungan Industri di Wilayah Bandung
Timur. BPLHD Jawa Barat, Bandung, 2004.
ÒPrimaraya, Arjasari PT.
Laporan Akhir Pekerjaan Penyusuan Feasibility Study (Studi Kelayakan) IPAL
Gabungan Industri di Wilayah Rancaekek. BPLHD Jawa Barat, Bandung, 2003.
ÒQasim, Syed R.
Wastewater Treatment Plants and Operation, Planning, Design. CBS College
Publishing, New York, 1985.
Ò Reynolds, T. D. Unit
Operation and Process in Environmental Engineering. California: Brooks/Cole
Engineering Division, 1982.
ÒTaha, Hamdy. Operation
Research. New York : McGraw-Hill.Inc., 1982. Utomo, Sarasto. Perencanaan
Instalasi Pengolahan Air Buangan Industri Tekstil PT Central Georgette
Nusantara. Institut Teknologi Bandung, Bandung, 1999.